Kamis, Mei 31, 2012

sms sangat menarik dari salafy Surabaya untuk mantan kiyai NU

Time: 31 Mei 2012
 05:10:26 PM

Ketika saya lagi menulis  buku yang dipesan oleh penerbit dan saya lagi asyik di dalamnya, tahu – tahu datanglah sms sbb:

Pak Mahrus, alangkah bahagianya saya mendapat nomor hape 
Anda. 

Jangan berhenti berdakwah, Pak. Bapak adalah guru bagi saya 
meski saya belum bertemu. bahagia sekali. Tanpa musik, hidup
 tenteram. 4 imam madzhab pun mengharamkan musik dan 
mereka benci lagu.

Jangan gentar, Pak. Meski Anda akan dibenci orang, tapi jika Allah
 pelindung Anda, Anda pasti menang. Jangan mundur, Pak
. Teruslah mencintai kebenaran.

Dari blog bapak saya tahu ilmu hadits dan tafsir Bapak adalah pemberani bukan pengecut yang 'menampar' saya
 sampai saya meninggalkan musik dan lagu.
 Bapak begitu berani bilang 'musik haram'. 
Saya tahu Al-Qur'an,  dan ilmu lain yang tak dapat dijumpai di pengajaran 
SD, SMP, SMA, TV, pemerintahan, atau mana saja.
 Dari bapak saya tahu keganjilan sufiyah yang pantas saya 
buang siapa pun tokohnya. Terima kasih.

Semoga Allah melindungimu, Pak. Amin. 
Saya bertanya:
Apa yang menarik dalam blog saya bagimu?
1. Bapak adalah mantan orang Nadhlatul Ulama. Tanpa ini mungkin 
saya takkan mau tahu. Saya ini tertarik sekali dengan kontroversi
dalam Islam.
4. Anda menunjukkan ilmu hadits. Ilmu hadits sungguhan bukan 
tipuan kaum sufi atau mu'tazilah. Saya senang melihat hadits-hadits dibahas oleh ahlinya.
Ini yang saya cari. Saya tidak butuh yang normatif/ikut-ikutan. Saya butuh ilmu, bukan bujuk-bujukan bukan dongeng. 
3. Bapak orang pertama yang benar-benar memusnahkan tembok
fanatisme dari diri saya. Saya tidak fanatik ke Nahdhlatul Ulama, 
Muhammadiyah, atau apa.
 Saya dulu fanatik ke musisi metal/hard rock meski kadang bengkok
 juga. Saya pun nasionalis dulu. Kini sirna. Tembok yang menginjak 
akal sehat dan objektivitas saya itu rubuh. Andalah pak, yang 
merobohkannya. Kini saya lebih jernih, jauh lebih bening, dalam
berpikir karena sudah tak punya fanatisme lagi. Saya ngerti fanatisme
 cuma kepada Islam
5. Anda sangat mencintai hadits shahih, ahad maupun mutawatir. 
Saya haus akan pengetahuan ini dan Anda sungguh beri saya
 contoh "mencintai Rasulullah" sengerti. Anda sangat beradab
 dalam hal ini yaitu mencintai Rasul dengan memegang teguh 
hadits shahih.
6. Anda menjelaskan bid'ah. Pak, saya sangat butuh beragama  dengan sungguhnya dengan berpegang teguh pada hadits shahih
 dan menolak hadits dha'if (apalagi maudhu'). Saya butuh contoh 
itu bukan contoh kaum sufi .
 Saya sama sekali tidak butuh dongeng/khurafat/omong kosong yang sukanya ngeles. Saya pengen ngerti. 
Dan Anda, Andalah yang menjelaskannya. Dan mengapa saya tak senang
 mengunjungi blog ala sufi? Mereka (seakan) menyembunyikan
  ini karena kalau dijelaskan, terbongkar penyimpangan mereka.
Salah sendiri kenapa tidak mau jelaskan bid'ah ke saya.
 Andalah yang menjelaskan.
7. Posting Anda banyak sekali. Saya suka buku yang tebal. 
Suka sekali. sangat saya butuhkan/senangi.
Saya bertanya:
Al hamdulilah, dari mana dan siapa anda?
Waduh, maaf, Pak. Saya lupa.

Dari Mojokerto (sekarang di Surabaya).
Ade Malsasa Akbar.

Saya  bertanya:
Pernahkah anda mengkopi artikel blog mantan kiyai NU. 
Berapa kali anda melihat blog mantan kiyai NU dlm seminggu

Ade Malsasa Akbar.menjawab:

Seingat saya belum, Pak. 
Kalau sekadar menyimpan halaman, pernah, Pak. Seminggu bisa 
20 kali pas dulu sering. Sekarang agak jarang tapi usaha mau lihat lagi.

Saya bertanya: Pernahkah anda mendengarkan mp3 pengajian mantan kiyai Nu 
di blog ke2, ada sisi menarik bagi anda?
Ade Malsasa Akbar.menjawab:

 Kalau blog kedua, belum, Pak. Sisi menariknya ya jelas banyak
 yang menarik. 
Saya bertanya: Berapa buku anda mengoleksi dari buku karya saya
Ade Malsasa Akbar.menjawab:

Baru satu, Pak. 



Saya bertanya:
Asalmu dulu dari ormas mana?

Ade Malsasa Akbar.menjawab:
Tidak dari mana-mana. Keluarga saya Muhammadiyah tetapi dulu
 saya tidak peduli.


Saya berkata: Tulisanmu ini semua akan saya masukkan ke blog, bisa beri 
alamatmu yang lengkap? Blog mana saja yang kamu sering 
mengunjunginya selain blog mantan kiyai NU untuk masalah agama dan mana yang lebih fair dan ilmiyah
Ade Malsasa Akbar.menjawab:

Silakan, Pak.
Yang sering: saya kunjungi:
1. Muslim.or.id
2. Salafy.or.id
3. Almanhaj.or.id
4. abul-jauzaa.blogspot.com
5. Al-atsariyyah.com
6. Darussalaf.or.id
7. Dzulqarnain.net
8. Jihadbukankenistaan.com
9. Salafybpp.com
10. Ilmoe.com.
11. Kajian.net.
12. Nasihatonline.wordpress.com

Alamat saya di Desa Canggu, Mojokerto.

Untuk menilai, saya kurang mampu. Saya senang dengan ustadz salafi. 

Komentarku ( Mahrus ali ):
Ternyata banyak juga orang yang terpengaruh dengan isi keterangan dalam blog, sampai begitu bisa mengalihkan nya dari garis kekufuran kepada keislaman, merobah sikap dari suka ma`siat lalu ditinggalkan, pindah anti kepadanya dan cinta kepada kebaikan, 
 Tidak menutup kemungkinan dari ahli sunnah pindah ngefan kepada  ahli bid`ah karena baca blog ahli bid`ah yang menyesatkan. Karena itu, buanglah blog – blog milik ahli bid`ah, dan ambillah blog – blog milik ahlis sunnah yang keterangannya  selalu berpegangan kepada dalil bukan pendapat atau akal – akalan , layaknya  blog ahli bid`ah, nasionalis, JIL dan komunisme.  
Bacalah lagi diblog ke dua : www.mantankyainu2.blogspot.com
Mau telp atau sms: 085852588175. 082139355719. sms langsung ke laptop 08819386306.

Artikel Terkait

2 komentar:

  1. Bismillah,
    pengalaman yang mirip saya alami, saya suka membaca dan alhamdulillah ketemu dengan buku karya Mantan Kyai NU (baru punya 2 buku),
    dengan membaca buku tersebut apabila kita berfikir jernih, tidak fanatik golongan dan memahami bahwa agama ini dibangun dengan Ilmu (ilmu Sya'i) insyaAlloh kita akan mendapatkan hidayah untuk kembali kepada Sunnah, insyaAlloh,....
    Salam kenal untuk ikhwan Ade Malsasa Akbar.

    BalasHapus
  2. @Abu Raihan:

    Masya Allah, saya baru tahu. Salam kenal juga, Saudara saya yang baik. Semoga Allah melindungimu dan memberkahi hidupmu sampai hari akhir kelak. Amin.

    Ade Malsasa Akbar

    BalasHapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan